Kamis, 09 Mei 2019

Cinta Sederhana


Ijinkan aku mengutip penggalan puisi Sapardi Djoko Damono: aku ingin mencintaimu dengan sederhana.

Meski keinginan untuk terus bersamamu begitu kuat. Meski aku baru tau secepat ini aku mampu merindu. Meski terkadang aku membutuhkanmu lebih dari yang kupikir. Tetap, aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tidak dengan api menggebu, yang nantinya bisa saja padam. Bukan dengan kata cinta yang berlebihan, yang nantinya bisa saja terasa hambar. Karena setelah ratusan kecewa dan hati yang patah, aku menyadari cinta terbaik adalah cinta yang sederhana.

Bersamamu terasa begitu mudah. Aku tidak perlu berpura-pura menjadi seseorang yang bukan aku. Aku tidak perlu bersusah payah menutupi masa laluku yang selalu berusaha kulupakan. Aku tidak perlu berpikir keras untuk berbicara kepadamu. Kamu meluruskan benang kusut di pikiranku, membantuku menelaah kegelisahan hatiku. Kamu tidak menghakimi segala kurangku, juga menerima seluruh kelamku. Bercerita denganmu selalu terasa menyenangkan, dan tiba-tiba saja, hidupku terasa lebih mudah. Bersamamu, aku hanya perlu menjadi aku.

Kamu membuatku percaya bahwa masih ada hal baik dari dunia ini. Kamu memberiku kaca mata lain untuk memandang kegelapan tidak dari hanya sudut pandangku. Kamu kembali mengingatkanku, bagaimana rasanya nyaman dan aman, setelah tahun-tahun kulalui seorang diri dalam ketakutan dan keterpurukan. Kamu membuatku tidak takut untuk jatuh cinta, juga patah hati.

Bahkan dalam diammu pun, kamu selalu membuatku tersenyum. Tidak perlu banyak kata, tidak perlu rayuan, tidak perlu sikap romantis berlebihan. Hadirmu pun, sudah teramat cukup bagiku. Tidak, bukan hal klise seperti kupu-kupu berterbangan di perutku. Apalagi seperti drum dalam hati yang membuatku selalu berdebar. Bersamamu tidak seperti itu. Bersamamu, aku merasa tenang. Aku merasa damai. Aku merasa…… pulang.

Aku begitu sesak memikirkan baiknya Tuhan mengirimkan kamu untukku, saat ini. Jika nantinya kita tidak bersamapun, terima kasih. Aku begitu menghargai tiap detik yang aku habiskan bersamamu. Begitu bersyukur untuk tiap pelajaran hidup yang kamu berikan. Begitu terpana akan caramu mencintaiku. Kamu mengajarkanku bentuk cinta yang belum pernah ku jamah. Cinta yang tulus, cinta yang tidak egois, cinta yang tidak harus memiliki. Cinta yang sederhana.

Teruntuk kamu, pria yang begitu luar biasa, aku berharap segala hal terbaik bagimu. Dan semoga kamu selalu baik-baik saja.
 

Eufrasia Beby Andrea Template by Ipietoon Cute Blog Design