Ijinkan
aku mengutip penggalan puisi Sapardi Djoko Damono: aku ingin mencintaimu dengan
sederhana.
Meski
keinginan untuk terus bersamamu begitu kuat. Meski aku baru tau secepat ini aku
mampu merindu. Meski terkadang aku membutuhkanmu lebih dari yang kupikir.
Tetap, aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tidak dengan api menggebu, yang
nantinya bisa saja padam. Bukan dengan kata cinta yang berlebihan, yang nantinya
bisa saja terasa hambar. Karena setelah ratusan kecewa dan hati yang patah, aku
menyadari cinta terbaik adalah cinta yang sederhana.
Bersamamu
terasa begitu mudah. Aku tidak perlu berpura-pura menjadi seseorang yang bukan
aku. Aku tidak perlu bersusah payah menutupi masa laluku yang selalu berusaha
kulupakan. Aku tidak perlu berpikir keras untuk berbicara kepadamu. Kamu meluruskan
benang kusut di pikiranku, membantuku menelaah kegelisahan hatiku. Kamu tidak
menghakimi segala kurangku, juga menerima seluruh kelamku. Bercerita denganmu
selalu terasa menyenangkan, dan tiba-tiba saja, hidupku terasa lebih mudah.
Bersamamu, aku hanya perlu menjadi aku.
Kamu
membuatku percaya bahwa masih ada hal baik dari dunia ini. Kamu memberiku kaca
mata lain untuk memandang kegelapan tidak dari hanya sudut pandangku. Kamu kembali
mengingatkanku, bagaimana rasanya nyaman dan aman, setelah tahun-tahun kulalui
seorang diri dalam ketakutan dan keterpurukan. Kamu membuatku tidak takut untuk
jatuh cinta, juga patah hati.
Bahkan
dalam diammu pun, kamu selalu membuatku tersenyum. Tidak perlu banyak kata,
tidak perlu rayuan, tidak perlu sikap romantis berlebihan. Hadirmu pun, sudah
teramat cukup bagiku. Tidak, bukan hal klise seperti kupu-kupu berterbangan di
perutku. Apalagi seperti drum dalam hati yang membuatku selalu berdebar. Bersamamu
tidak seperti itu. Bersamamu, aku merasa tenang. Aku merasa damai. Aku merasa……
pulang.
Aku
begitu sesak memikirkan baiknya Tuhan mengirimkan kamu untukku, saat ini. Jika nantinya
kita tidak bersamapun, terima kasih. Aku begitu menghargai tiap detik yang aku
habiskan bersamamu. Begitu bersyukur untuk tiap pelajaran hidup yang kamu
berikan. Begitu terpana akan caramu mencintaiku. Kamu mengajarkanku bentuk
cinta yang belum pernah ku jamah. Cinta yang tulus, cinta yang tidak egois,
cinta yang tidak harus memiliki. Cinta yang sederhana.
Teruntuk
kamu, pria yang begitu luar biasa, aku berharap segala hal terbaik bagimu. Dan semoga
kamu selalu baik-baik saja.