Selasa, 31 Januari 2017

Maaf Karena Membencimu



Terus saja. Terus saja hujani aku dengan kata-kata kasarmu. Pojokkan aku dengan makianmu. Terus saja teriaki aku untuk tiap hal yang aku perbuat, untuk tiap hasil yang aku dapatkan. Bandingkan aku dengan anak yang selalu kamu bangga-banggakan.

Terus saja. Terus saja hancurkan hubungan ini lebih dari yang bisa ku bayangkan. Jadikan aku pelampiasanmu akan ketidakpuasanmu pada hidupmu. Jadikan aku bonekamu untuk memenuhi impian-impian kosongmu.

Hingga akhirnya aku mati rasa akanmu. Tidak ada lagi kemarahan. Tidak ada lagi kekecewaan. Apalagi harapan. Melainkan hanya tatapan kosong yang selalu ku beri padamu, juga hati yang sudah tidak lagi hidup untukmu.

Sampai akhirnya aku dewasa, tidak ada satupun, satu halpun, dari kamu yang akan aku bawa bersamaku. Aku memilih mati daripada tumbuh semakin dekat menyerupaimu. Nantinya, aku akan pergi dan hidup bahagia tanpa sedikitpun menyertakan kamu di dalamnya. Kecuali kenangan akan betapa tertekannya aku akan kehadiranmu. Kecuali kebencianku yang mendarah daging padamu. Kecuali darahmu yang mengalir di tubuhku. 

Sebatas itu. Hanya sebatas itu hubungan aku dan kamu pada akhirnya. Sebatas darahmu yang mengalir di tubuhku.
 

Eufrasia Beby Andrea Template by Ipietoon Cute Blog Design