Kamis, 23 Agustus 2018

Burned


Kamu tau rasanya mengubur arang dalam dirimu?

Untuk setiap pengkhianatan, untuk setiap kebohongan, untuk setiap kehilangan, arang dalam dirimu terus bertambah. Kamu menumpuknya di suatu tempat yang teramat dalam, dimana tidak seorang pun bisa tahu. Kamu menyembunyikannya dengan baik, terlalu baik, hingga terkadang kamu pun lupa kamu mengubur sejuta arang dalam dirimu.

Untuk setiap rasa sakit, untuk tiap perasaan tidak berharga, untuk tiap keinginan mengakhiri hidupmu, arangmu kian bertambah. Terkadang tempatmu terlalu penuh, hingga rasanya sesak dan ingin meledak. Tetapi kamu cerdas. Dengan sisa kekuatanmu, kamu gali suatu tempat dalam dirimu yang tadinya masih kosong dan masih bisa diselamatkan, untuk kamu isi dengan arang yang kian tak terbendung.

Kamu bangga dengan dirimu, karena berhasil menyimpan sedemikian banyaknya arang dalam tempat terahasiamu. Tetapi kamu lupa, kamu babak belur untuk menyimpannya. Tetapi kamu lupa, sewaktu-waktu, minyak dan api mampu membakarmu habis. Dan kali ini, tidak ada lagi bagian dari dirimu yang bisa diselamatkan.

Tunggu. Tunggu hingga minyak dan api menemukan arang yang tersembunyi dalam dirimu, melalui celah-celah kelemahanmu. Melalui tiap rasa jenuhmu. Karena kini kamu begitu lelah, begitu kesepian, hingga berharap kamu lenyap, habis, bersama arang yang kamu simpan. Karena tanpa sadar, bisa jadi dirimu sendiri yang menyiapkan minyak dan api untuk dirimu. Hingga tiap inchi arangmu dibasahi minyak dan terbakar api, membawamu ikut terbakar bersamanya.

Arangmu, kamu, akan habis terbakar. Hangus, tak bersisa, selain debu dan serpih yang akan terbang dibawa angin. Begitulah dirimu pada akhirnya. Habis tak bersisa.
 

Eufrasia Beby Andrea Template by Ipietoon Cute Blog Design