Minggu, 07 Januari 2018

Mengenai Kepergian



Kamu membiarkan dirimu masuk ke dalam pelukannya untuk terakhir kali. Kamu janji, ini kali terakhir. Karena tidak dia, maupun cintanya, mampu menahanmu disini. Kamu telah berakhir, kamu sendiri tau itu. Dunia dan seluruh isinya membencimu, ingat?

“Kenapa kamu harus pergi?” katanya sendu. Tidak, kamu tidak akan membiarkan air matanya memengaruhi keputusan yang sudah kamu buat.

“Karena aku telah berjanji pada senja,” katamu tenang. Kamu tidak mengusap air matanya seperti biasa, karena kamu ingin dia tetap kuat selepas kamu pergi.

“Aku akan mengantarmu,” katanya. Kamu tersenyum, kemudian menggeleng. Dia semakin menangis karena tau tidak bisa merubah keputusanmu.

Telingamu awas mendengar detik yang terus berjalan. Ketika telah sampai waktunya, kamu bersiap. Kamu berjalan dengan tenang, siap menyerahkan diri pada senja. Senja menyambutmu, membuatmu merasa diinginkan.

Senja merengkuhmu secara utuh, membawamu bersama piringan matahari untuk tenggelam ditelan cakrawala. Kamu berbohong, kamu tidak berjanji dengan senja. Kamu menukar hidupmu dengan malam. Kamu menggunakan senja untuk mengantarmu pada malam.

Maka ketika gelapnya malam menjemputmu untuk pergi dari dunia yang kamu benci, kamu merauk sebanyak yang kamu bisa. Perlahan, sakit yang kamu rasa terangkat seluruhnya. Kamu tidak lagi merasa kosong. Kamu tidak lagi merasa hampa. Kamu tidak lagi merasa hancur.

Kamu menatap dunia untuk terakhir kalinya, memastikan dunia tidak lagi bisa menyakitimu seperti sebelumnya. 

Kamu bebas, kamu lepas. Ternyata, gelap lebih membuatmu aman.

 

Eufrasia Beby Andrea Template by Ipietoon Cute Blog Design