Selasa, 04 Agustus 2015

Jangan Bunuh Aku

ruangan ini sangat sunyi. sangat teramat sunyi, hingga pergerakan jarum jam saja terdengar di indera pendengaranku. hingga suara sekecil apapun dapat menghantarkan bunyi.  dan saat sunyi ini lah, aku mulai melepas segala topeng yang melekat. entah topeng tertawa. topeng bahagia. topeng cerewet.

sisi lain dari diriku. yang baru saja dibentuk dari rasa tertekan ini. aku yang pendiam. aku yang pendendam. aku yang terluka.

tidak. aku bukan terlahir dari keluarga kaya yang tercerai berai. keluargaku utuh, meski tidak tergolong kata harmonis. dan sederhana, bukan dari golongan kaya. aku juga bukan anak yang tidak mendapat perhatian. sepertinya perhatian kedua orangtuaku cukup, mengingat betapa banyak hal yang mereka tuntut dariku.

hanya saja, hidup di keluarga dengan penuh tuntutan ini membuatku tertekan. tercekik.

lahir dengan otak yang tidak sepintar adikku cukup merusak masa remajaku. mungkin, bagi kalian ini hal sepele. namun, aku hidup bertahun tahun dalam bayang bayang adikku. mulai dari teman yang selalu memuji prestasi adikku di hadapanku. dari guru, yang mengatakan betapa berbedanya aku dari adikku. orangtuaku yang memandangku sebelah mata. bahkan sangat terlihat mengunggulkan adikku.

kalian hanya bisa membayangkannya, namun tidak akan pernah bisa merasakannya.

betapa jatuhnya rasa percaya diri kalian karena terus dibanding-bandingkan.
betapa terlukanya kalian karena diremehkan.

dan parahnya, tidak ada satupun yang bisa ku salahkan selain diriku sendiri. selain sifatku yang pendendam ini.
aku tidak bisa menyalahkan adikku karena kecerdasannya
aku tidak bisa menyalahkan orang di sekelilingku yang menyadari kelebihannya
aku pun tidak mungkin menyalahkan Tuhan karena melahirkanku dengan kepintaran rata rata.

aku takut..
takut semua ini membunuh diriku yang lama.
takut aku menjadi sesosok manusia yang bahkan aku takuti.
takut bahwa suatu saat nanti,
sisi lain diriku lah yang menjadi diriku yang sebenarnya.

tolong aku.. tolong.. jangan bunuh aku.. jangan bunuh karakterku.
 

Eufrasia Beby Andrea Template by Ipietoon Cute Blog Design